ALIRAN BERDASAR PADA HAK (RIGHT)
H. J. McCloskey mengatakan bahwa hak adalah hak individu pada sesuatu. Seseorang mempunyai hak jika seseorang tadi berhak untuk melakukan sesuatu (berperilaku sesuatu) dengan cara tertentu atau berhak memaksa orang lain berperilaku dengan cara tertentu kepadanya.
Hak moral biasanya dianggap sebagai hak yang berlaku universal, karena hak moral merupakan hak semua orang sebagai manusia. Hak moral ini seharusnya mendasari hak hukum seseorang. Jadi misalnya manusia mempunyai hak moral untuk keamanan fisik dan mental, maka dimanapun di dunia ini seseorang seharusnya mempunyai hak hukum untuk mendapatkan kemanan fisik dan mental.
Ada 3 aspek uatama dalam hak moral :
a.Hak moral selalu terkait dengan kewajiban (obligation). Misalnya semua manusia mempunyai hak moral untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak maka pimpinan pemerintah (atau masyarakat) mempunyai kewajiban untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi warga negaranya.
b.Hak moral menyediakan otonomi dan persamaan bagi semua orang dalam usaha mencapai tujuan hidupnya.
c.Hak moral menyediakan dasar pembenaran perilaku seseorang dan menyediakan perlindungan serta bantuan dari pihak lain.
Salah satu pendukung aliran berdasar pada hak moral adalah Immanuel Kant (1724 – 1804). Kant mengatakan prinsip- prinsip hak moral sebagai dasar perilaku yang etis sebagai berikut :
a.Prinsip 1 :
b.Prinsip 2 :
Tindakan yang sesuai dengan hak moral menurut Kant mempunyai banyak aspek yang secara umum didambakan banyak orang, misalnya :
a. Manusia memang mendambakan untuk membantu dalam penyediaan pekerjaan, makanan, perumahan, dan lain- lain kebutuhan yang tidak bisa disediakan mereka sendiri tanpa bantuan pihak lain.
b. Manusia mempunyai kecenderungan untuk bebas dari cedera dan fitnah serta bebas berfikir, berkumpul, bicara, dan hidup sesuai dengan pilihannya.
Walaupun begitu, aliran berdasar hak ini juga mempunyai beberapa kelemahan. Misalnya :
a. Kelemahan pada prinsip 1 : misalnya OCHIE adalah seorang manajer yang korup. Ia merasa bahwa semua orang pada dasarnya adalah korup jika diberi kesempatan. Artinya OCHIE menjadi koruptor karena ia merasa bahwa perilaku korup itu akan dilakukan semua orang untuk bisa hidup berkecukupan. Lalu apakah perilaku korup ini menjadi perilaku yang ETIS ? ? ? ?
b. Kelemahan pada prinsip 2 : misalnya jika seorang Manajer memberikan upah rendah kepada karyawannya dan menolak melengkapi sarana keamanan kerja karena Manajer itu mempunyai prinsip menghormati keputusan karyawannya untuk bebas memilih apakah mereka tetap mau kerja di perusahaan (dengan menerima upah rendah dan keamanan yang kurang terjamin) atau mau keluar dan kerja di perusahaan lain. Apakah prinsip Manajer ini merupakan bentuk perilaku ETIS ataukah bentuk perilaku yang memanfaatkan orang lain sebagai alat mencapai tujuannya ? ? ? Dalam contoh ini kita melihat bahwa kriteria perilaku ETIS dan TIDAK ETIS menurut prinsip ke dua dari teori KANT ini menjadi tidak jelas.
Tampilkan postingan dengan label Etika Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Etika Bisnis. Tampilkan semua postingan
Rabu, 14 April 2010
Jumat, 02 April 2010
Aliran Kemanfaatan
ALIRAN KEMANFAATAN ( UTILITARIANISM )
Aliran ini dipelopori oleh Jeremy Bentham (1748 – 1832). Prinsip dasar dari aliran kemanfaatan ini adalah :
“ an action is right from an ethical point of view if and only if the sum total of utilities produced by that act is greater than the sum total of utilities produced by any other act the agent could have performed in its place “.
(Sebuah tindakan bisa dikatakan etis jika dan hanya jika jumlah total manfaat yang dihasilkan oleh tindakan tadi lebih besar dari total manfaat yang dihasilkan oleh (alternatif) tindakan- tindakan lain yang dilakukan seseorang)
Ide dasar dari aliran kemanfaatan ini adalah bahwa tindakan harus menghasilkan the greatest good for the greates number of people.
Pemimpin atau manajer yang melaksanakan etika bisnis berdasar aliran kemanfaatan harus melakukan 3 langkah, yaitu :
a. Menentukan alternatif- alternatif tindakan apa saja yang bisa dilakukan dalam pelaksanaan kepemimpinan.
b. Pemimpin harus mengevaluasi keuntungan dan biaya baik langsung atau tidak langsung yang akan dihasilkan setiap alternatif tindakan yang akan dirasakan orang- orang yang terkena dampak alternatif tindakan tadi di masa yang akan datang.
c. Alternatif tindakan yang menghasilkan total kemanfaatan yang paling besar akan dipilih untuk dilaksanakan.
Jika dikaitkan dengan kepemimpinan, aliran kemanfaatan ini mempunyai kebaikan- kebaikan, misalnya :
a. Mendasarkan pada kebaikan untuk orang banyak (the greatest good for the greatest number of people). Pemimpin dalam melaksanakan kepemimpinan akan memperhatikan manfaat yang paling besar bagi sebagian besar bawahannya (atau bahkan semuanya)
b. Memberi dasar cost-benefit analysis. Pemimpin akan selalu mendasarkan pelaksanaan kepemimpinan pada analisa biaya dan keuntungan. Alternatif pelaksanaan kepemimpinan yang menghasilkan rasio biaya dan keuntungan terkecillah yang akan dipilih.
Tetapi aliran kemanfaatan ini juga mempunyai kelemahan- kelemahan, misalnya :
a. Kesulitan mengukur ‘manfaat’ yang dihasilkan, terutama jika manfaat yang dihasilkan bersifat sangat kualitatif misalnya kepuasan, motivasi, dan lain- lain.
b. Kesulitan meramal keuntungan dan biaya dari alternatif- aternatif tindakan, terutama jika keuntungan dan biaya bersifat kualiatif misalnya keuntungan dan biaya sosial.
c. Kadang- kadang terjadi ketidakjelasan definisi keuntungan dan biaya.
Misalnya jika seorang manajer memberikan gaji ke-13 pada bawahannya di hari raya. Manajer itu berharap mendapatkan keuntungan berupa meningkatnya motivasi kerja bawahannya setelah diberikan gaji ke-13. Tetapi mungkin harapan manajer tadi akan keliru karena kemungkinan bawahannya akan santai- santai saja dalam bekerja sebab mereka sudah memperoleh uang untuk merayakan hari raya. Justru pemberian gaji ke-13 dalam kasus ini akan menjadi biaya bagi organisasi karena menurunnya prestasi kerja karyawannya.
Pengertian Etika Bisnis
Pengertian Etika Bisnis (Business Ethics)
Etika (ethics) sebenarnya adalah suatu studi tentang apa yang benar dan salah serta moralitas pilihan yang dibuat individu. Implikasinya adalah bahwa sebuah perilaku atau keputusan etis adalah perilaku atau keputusan yang benar menurut beberapa standar moral tertentu. Dalam kaitannya dengan bisnis, etika bisnis (business ethics) adalah aplikasi dari standard- standard moral dalam situasi bisnis. Atau dengan kata lain etika bisnis berurusan dengan pengambilan keputusan bisnis yang didasari oleh standard moral tertentu.
Ada 3 jenis standard moral yang mendasari etika menurut Manuel G. Velasquez, yaitu utilitarianism (aliran kemanfaatan), aliran yang berdasar pada rights (hak), dan aliran yang berdasar pada justice (keadilan). Standard- standard moral itu akan diaplikasikan sebagai standard moral dalam etika bisnis.
1. ALIRAN KEMANFAATAN ( UTILITARIANISM )
2. ALIRAN BERDASAR PADA HAK (RIGHT)
3. ALIRAN BERDASAR PADA KEADILAN (JUSTICE)
Langganan:
Postingan (Atom)

